RSS

AIR: Kemungkinan dan Harapan yang Ber-koma,

05 Mar

(Fransiskus Andri Suryadi)

 

(Seorang ahli spiritual sedang berjalan bersama sahabat lamanya, yang adalah seorang ahli kimia. Mereka hendak menuju sumur tempat penjualan air, yang adalah tempat pertama kali mereka bertemu muka, dan tempat bagi mereka untuk “menimba air kehidupan”.  Sesampainya di tempat yang dituju, mereka beristirahat melepas lelah lantas berdiskusi…)

Ahli kimia berkata…

”Menurut tinjauan kimiawi …

hanya ada unsur hydrogen dan oksigen dalam air”….

Sehingga kami sebut sebagai “H2O”

Tambahnya….”titik”.

Ahli spiritual berpetuah, ia sedikit merasa keberatan…

“bukan ‘titik’ saudara…..masih ada ‘koma’,

Ada yang lain di balik air yang terlihat…

“Apa maksudnya…..?” sahut sahabatnya itu…

“Ada yang terasa di balik air”, kata spiritualis.

“Bayi dalam kandungan

tidak melihat hydrogen dan oksigen di dalam air,

Justru ia merasakan betapa menyegarkannya air

yang dibagikan oleh ibunya itu! Tahbahnya.

(Salah seorang penjual air yang sedang sibuk menjual airnya,yang berdiri di samping, tak jauh dari tempat kimiawan dan sang spiritualis berdiskusi…turut bertutur…..)

 

“Sungguh percakapan kalian itu mengagumkan,

tapi ada yang lebih penting bagiku yang hendak kutahu.”

Lantas ia pun mengajukan pertanyaan…

“Bagaimana dengan Yesus?”

Aku pernah mendengar Ia merubah air menjadi anggur!

“Bisakah aku melakukannya?” “Aku bosan menjual air…

Aku ingin menjual anggur yang lebih mahal!”

“Itu tidak mungkin!”, jawab kimiawan…

Kalau begitu Yesus itu penipu! Balas si penjual air itu…

Sang spiritualis pun kembali bertuah…

Memang tidak mungkin!

Dan memang Yesus itu penipu!

Jika kalian berfikir

Air ….ya air….

Anggur …..ya anggur….

Tidak mungkin……ya tidak mungkin….

Penipu…..ya penipu……

Sekarang cobalah kalian berfikir:

Adakah yang tidak mungkin menjadi mungkin?

Pernahkah kalian mendengar penipu menjadi tak penipu?

Kimiawan dan pedagang air itu pun menggeleng-gelengkan kepala,

Tanda tak paham…

Sang Spiritualis tersenyum lirih, lantas memperjelas tuahnya…

“hai kimiawan…ketika kamu haus apakah yang akan kamu mohonkan?”

“Pastilah, saya minta air!” jawab kimiawan…

“Itu tidak mungkin, kenapa tidak minta hydrogen dan oksigen!” balas sang spiritualis…

“Ah tidak, itu mungkin, aku sungguh yakin

air itu sama dengan campuran hydrogen dan oksigen!” kimiawan menentang.

“Tentu saja itu kurang tepat!” tegas sang spiritualis…

“otakmu terlalu berfikir apa yang kau sibuk fikirkan….

namun ‘rasa hausmu’ terlebih dulu merindukan ‘sahabatnya’

datang untuk terus menyegarkan!”

“Dan tidakkah kau rasakan bahwa kita pun sedang meneguk air?”

“Tentu saja tidak, kita sedang berdiskusi dan bukan meneguk air!” jawab kimiawan.

Sang spiritualis menambahkan, “Fikiranmu menetapkan

yang ‘mungkin’ bagi yang terlihat

dan yang ‘tidak mungkin’ bagi yang tak terlihat,….titik.”

‘Rasa hausmu’ hai sahabat,

terus berharap pada “kemungkinan”

dan lagi “kemungkinan”, tepat berada antara “mungkin” dan “tidak mungkin”,

karena ‘rasa hausmu’ tahu ketika disegarkan oleh air, ia kembali akan merasa haus…

dan ketika gersang tanpa air, ia kembali akan disegarkan…,

maka air itu menjadi “kemungkinan”.

Jelaslah sahabat kita, air itu, tidak segampang kau fikirkan…

“hanya sebatas hydrogen dan oksigen yang terlihat, bukan?”

dan kau…hai penjual air…

“Apakah yang hendak kau jual bila kau hanya punya air?” Tanya sang spiritualis.

“Pastilah, saya menjual air!” jawab penjual air itu…

“Itu tidak mungkin, bukankah kamu ingin menjual anggur?”

“Ah tidak!”

“Tidakkah kau lihat bahwa aku sedang menjual air?” gertak penjual air itu.

“Tidak” tegas  sang spiritualis…

“justru aku melihat kau sedang menjual anggur dalam fikiranmu”

Bukan menjual air…! Kau penipu…!

Fikiranmu merubah

yang ‘mungkin’ bagi yang ada

menjadi yang ‘tidak mungkin’ bagi yang tak ada

dan sebaliknya,….”titik”.

‘Kehendakmu’ hai penjual air,

Terus berharap pada “kemungkinan” dan lagi “kemungkinan”,

tepat berada antara “mungkin” dan “tidak mungkin”,

karena ‘kehendakmu’ tahu sedang apakah engkau…,

ia jujur sedang menjual air dan berharap menjual anggur,

Mengapa kau menipunya menjadi menjual  anggur

Dan berharap menjual air dalam fikiranmu…

Dan akhirnya jelaslah sudah,

‘Rasa haus’ dan ‘kehendak’ itu adalah diri yang polos,

Diri yang mau menerima kemungkinan serta bertekun dalam harapan,

Tidak menetapkan…..

mana yang “mungkin”

dan mana yang “tidak mungkin”

Tidak pula merubah….

yang “mungkin” menjadi “tidak mungkin”

yang “tidak mungkin” menjadi “mungkin”…

Yesus pun demikian, dan justru lebih dari itu

Karena Ia menciptakan “kemungkinan” dan “Harapan”

bagi ‘rasa haus’ atas air dan ‘kehendak’ untuk menjual air yang terus ber-“koma”,

tidak menetapkan air atas apa yang kelihatan,

namun memperlakukannya atas apa yang dirasakan, yang teranugerahkan…

tidak pula merubah air atas apa yang dihayalkan,

namun memperlakukannya atas apa yang dibutuhkan, yang terjanjikan.

Air adalah kehidupan yang mengalir,

Tidak bertitik, namun berkoma layaknya ribuan gelombang yang menari

Tidak juga dipaksa menjadi anggur, namun bertekunlah dalam air maka anggur pun akan didapatkan

Semuanya itu……tergantung….

atas bagaimanakah kita melihat dari sudut pandang kemungkinan yang selalu terbuka

dan memperlakukannya dengan tekun sebagai anugerah.

20 September 2011, untuk seorang sahabat.

11:54 WIB

“Yesus ajarilah aku menciptakan kemungkinan dan harapan, seturut kehendak-Mu,

dalam air hidupku yang ber-koma

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 5, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: